Mulai dengan sebuah bahasan yang sedikit serius setelah dalam artikel sebelumnya hanya berceloteh,,hehe..
Aku dan bahasa sebenarnya merupakan suatu tema yang memiliki ruang lingkup yang amat luas. Karena dari bahasa terciptalah setiap hal di dunia ini. Bahasa merupakan elemen terpenting dalam sebuah kehidupan manusia di dunia ini.
Tanpa bahasa kehidupan ini takkan dapat berjalan sebagaimana mestinya.
Tanpa bahasa manusia takkan mampu berkomunikasi dengan manusia lainnya.
Bahasa menurut saya adalah jembatan penghubung antara satu manusia dengan manusia yang lainnya.
Bahasa tidak hanya berarti sesuatu yang diucapkan dan keluar dari mulut seseorang.
Tulisan dan bahkan tindakan seseorang juga merupakan bentuk lain dari bahasa.
Ketika saya menulis artikel ini, saya menggunakan salah satu bentuk bahasa untuk dapat mengkomunikasikannya kepada orang lain.
Setiap hal yang kita lakukan dan ingin kita ungkapkan pastilah menggunakan unsur-unsur kebahasaan.
Bahasa juga selalu disangkutpautkan dengan kebudayaan dari wilayah yang menggunakan bahasa tersebut.
Meskipun setiap negara atau bahkan setiap daerah memiliki ciri khas bahasa dan kebudayaanya masing-masing, namun bukan berarti wilayah komunikasi manusia terkotak-kotakan.
Kita bisa saling mempelajari aspek kebahasaan dari daerah lain untuk dapat tetap berkomunikasi dengan orang yang memiliki latar belakang bahasa dan budaya yang berbeda dengan kita.
Kebetulan saya juga sekarang sedang mengambil studi tentang sastra jerman yang berarti mempelajari bahasa dan kebudayaan orang jerman.
Saya mempelajari bahasa jerman karena saya ingin dapat berkomunikasi dengan orang-orang berkebangsaan jerman.
Mempelajari suatu bahasa tidaklah cukup hanya dengan mempelajari tentang bahasa itu saja.
Aspek kebudayaan dan juga religi sangatlah mempengaruhi sebuah bahasa.
Jadi dalam mempelajari sebuah bahasa diharuskan pula untuk mempelajari aspek kebudayaannya.
Hal ini sebenarnya pernah saya rasakan ketika mencoba berkomunikasi dengan seorang teman yang berasal dari daerah Sumatera Utara.
Karena mereka mungkin terbiasa dengan berbicara keras dan saya terbiasa berbicara dengan sedikit pelan, maka saya pada saat itu merasa tersinggung dengan ucapan dia yang cukup kasar.
Namun setelah saya ketahui bahwa itu adalah kebiasaan atau adat dari daerahnya saya sadar dan mengerti kalau penggunaan bahasa di setiap wilayah berbeda-beda.
Saya berpikir ketika kita sedang mempelajari suatu bahasa maka kita harus secara total mempelajarinya.
Karena jika tidak, akan terjadi kesalahpahaman yang dapat menimbulkan konflik jika kita tidak dapat saling memahami dengan lawan bicara kita.
Dan bukan suatu hal yang tidak mungkin kesalahpahaman dalam berkomunikasi yang diakibatkan perbedaan bahasa dapat menimbulkan peperangan antar wilayah.
Mungkin banyak orang yang menyepelekan aspek kebahasaan di dalam kehidupannya.
Itu saya rasakan ketika saya baru memulai perkuliahan saya di fakultas sastra yang notabene adalah tempat studi bahasa.
Banyak teman-teman saya yang mencemooh dan berkata bahwa saya telah salah memilih program studi saya.
Dan saya sendiri pun sempat merasa program studi yang saya ambil adalah program studi yang tidak sesuai dengan saya bahkan tidak berprospek.
Tetapi setelah saya kuliah dan mencoba mengerti apa arti dan fungsi dari bahasa di dalam kehidupan sehari-hari, maka saya mulai mengerti bahwa ilmu bahasa adalah salah satu bidang ilmu yang terpenting dalam kehidupan manusia.
Bahkan dalam setiap bidang ilmu apapun bahasa akan selalu ada untuk menyertai komunikasi di setiap aspek kehidupan.
Hal itu yang mendorong saya untuk tetap semangat menempuh perkuliahan di bidang sastra.
Ketika seseorang berkata bahwa bidang ilmu yang saya ambil adalah suatu kesalahan, maka saya akan menganggap bahwa dia lah yang telah membuat suatu kesalahan besar dengan mengatakan bahwa bisang sastra adalah suatu kesalahan.
Jika semua orang sadar setiap hal setiap apapun di dunia ini membutuhkan bahasa dalam komunikasinya, maka saya jamin bidang ilmu bahasa tidak akan lagi dipandang sebelah mata.
Bahasa seyogyanya adalah kebanggaan tersendiri dari setiap bangsa, karena itu adalah ciri khas dari bangsa tersebut.
Namun sayangnya, di Indonesia banyak warganya yang justru tidak bangga bahkan malu untuk menggunakan bahasa Indonesia.
Terlihat dari banyaknya publik figur yang seolah-olah atau bahkan memang bangga menggunakan bahasa asing ketika berbicara, banyaknya penggunaan bahasa tidak baku atau penyelewengan dari bentuk bahasa asli dalam pembicaraan sehari-hari dan juga kurangnya kesadaran dari masyarakat akan pentingnya mempelajari bahasa Indonesia.
Sepintas hal itu merupakan sebuah kejadian sederhana yang sudah biasa terjadi di lingkungan masyarakat Indonesia.
Namun jika kita telaah lagi lebih dalam, hilangnya atau mungkin berkurangnya rasa kebanggaan suatu masyarakat terhadap bahasa bangsanya merupakan sebuah kehilangan yang sangat besar bagi bangsa tersebut.
Hal ini dikarenakan ketika suatu bahasa dalam suatu bangsa sudah dianggap sebagai sesuatu yang membanggakan bagi masyarakatnya, maka salah satu identitas terbesar dan paling fundamental dari bangsa tersebut telah luntur dan bahkan hilang.
Oleh karena itu, melalui tulisan saya ini, saya berusaha mengajak kepada rekan-rekan yang telah berkenan untuk membaca tulisan ini agar lebih menumbuhkan kecintaan kita terhadap bahasa terutama bahasa bangsa kita sendiri yaitu bahasa Indonesia.
only shortlisted man can understand this article
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment