Aku terdiam menatap deretan tanggal yang tersusun rapi di barisan kalendar kecil tepat di depan mataku. Tidak ada lanjutan hari setelah tanggal untuk hari ini, aku tersadar jika hari ini adalah akhir dari semua hari di 365 hari tahun 2009. Ya, malam ini akan ada awal pergantian tahun, malam tahun baru. Ketika orang lain sibuk menyiapkan pesta untuk menyambut kedatangan sang 2010 dan juga memikirkan resolusi apa saja yang akan dilakukan di tahun berikutnya, aku tak lebih dari terbaring di atas tempat tidur lusuhku, tak sedikit pun pikiranku tertuju untuk hal-hal semacam itu, entah karena aku yang tak peduli akan keadaan yang terjadi ataupun aku yang memang tak ingin menyibukkan diri dengan semua hal tentang pergantian tahun. Lebih dari 24 kali aku melewati momen pergantian tahun dan aku selalu menganggap hal itu tidak istimewa, aku pikir itu hanya ritual manusia untuk mengganti kalendar masehinya dan tidak lebih.
Aku pun beranjak dari tempat tidurku, aku menuju kamar mandi untuk membasuh wajahku agar tampak sedikit lebih rapi dibandingkan lipatan kasur lusuhku. Sejenak terlintas dalam pikiranku, aku juga harus mempersiapkan segala hal tentang pergantian tahun, tapi aagh! kubuang jauh-jauh pikiran itu. Di ruang keluarga rumahku, ibu dan adik-adikku juga sibuk dengan pesta yang akan mereka siapkan untuk nanti malam. Semua sama pikirku, aku mulai muak melihat keadaan orang-orang yang terlalu sibuk dengan malam pergantian tahun. Seketika aku merasa rumah ini bukanlah tempat yang tepat untukku di hari ini, aku pun pergi ke luar rumah. Dengan pikiran yang masih melayang antara kesibukan orang-orang untuk malam yang mereka anggap istimewa dan aku yang sama sekali tidak peduli akan itu, aku mencoba untuk mencari ketenangan untuk pikiranku ini. Tapi lagi-lagi aku merasa muak, sepanjang jalan yang kulalui anak-anak kecil bahkan orang dewasa saling sahut membunyikan terompetnya untuk menyambut malam pergantian tahun. Pikiranku semakin bimbang, aku mulai merasa kalau malam pergantian tahun ini memang harus diistimewakan. Apa-apaan ini! Kupikir sebaiknya aku mengahabiskan hari ini di kamar tidurku.
Di dalam kamarku, kumatikan semua barang elektronikku, agar tidak ada satupun hal tentang pergantian tahun yang bisa kudengar ataupun kulihat. Entah apa yang ada di benakku saat ini, padahal di tahun-tahun sebelumnya tak pernah aku menggubris setiap aktivitas tentang malam pergantian tahun. Semua pikiran itu mengarahkanku untuk mencoba memahami arti pergantian tahun, kumulai dengan pesta penyambutan luar biasa di setiap penjuru dunia. Apakah itu penting? Apa gunanya? Pikiran itu berkecamuk di otakku, ku bertanya pada diriku sendiri, ku melihat realita yang ada dan mencoba mempertimbangkannya. Aahh, tak ada yang berguna pikirku. Lalu mengapa mereka semua seolah dibutakan oleh kegiatan itu semua? Hedonisme pikirku. Akupun mulai tenang, tanpa pikiran tentang pergantian tahun yang memuakkanku. Tapi tunggu, bagaimana dengan resolusi untuk tahun berikutnya? Bukankah hal ini juga sering diperbincangkan orang? Iya, aku sempat melupakan hal ini, ini akan terus menghantuiku jika tak juga aku pahami. Ku mulai menggodoknya di dalam pikiranku sendiri, apa guna dari resolusi itu, dan hal-hal lain mengenai resolusi itu. Aku semakin bingung dengan apa yang kupikirkan, semua hal tentang resolusi sepertinya membuat keyakinanku akan pergantian tahun yang tidak kuanggap penting buyar. Resolusi yang berisi tentang harapan, tekad dan semangat untuk memperbaiki hidup di tahun berikutnya nampak begitu meyakinkan, dan membuatku berpikir jika ini memang harus diistimewakan.
Aku yang selalu berusaha untuk tetap pada pendirianku dengan tidak menganggap penting malam pergantian tahun pun akhirnya luluh. Resolusi hidup untuk tahun selanjutnya telah menggoyahkan pendirianku. Impian untuk tahun berikutnya memang suatu hal yang perlu dipersiapkan. Karena dalam hidup, impian lah yang membawa kita menuju apa yang kita harapkan. Mungkin ini hanyalah momen pergantian tahun, hal yang terlihat biasa bagiku, tetapi kupikir tidak juga ada salahnya jika menjadikan malam ini sebagai langkah awal untuk mengarungi perjuangan hidup selama 365 hari berikutnya. Dimulai dengan mengingat kembali apa saja yang telah kulakukan selama satu tahun kemarin, lalu aku memilah apa saja yang menjadi kesalahanku dan apa saja yang telah aku lakukan dengan baik. Kubuat resolusiku untuk tahun berikutnya, ini adalah kali pertama aku melakukannya selama lebih dari 24 kali malam pergantian tahun yang telah aku lalui. Aku merasa puas setelah menyudahi kebiasaan bodohku yang tak pernah punya harapan dan impian untuk kehidupanku di hari-hari berikutnya. Kupahat indah semua resolusi itu dalam dinding otak dan hatiku, agar menjadi acuan dalam menggapai impianku. Inilah aku yang siap menggapai impianku, 365 hari ke depan akan kulahap dengan semangatku menggapai impian!
Ide awalnya padahal ga gini nih, tapi kenapa jadi gini yah? Ahh, mungkin kodrat penulis labil nih, hehehe.. Buat yang baca tulisan ini tolong kasih komen y! Sekalian juga do’ain biar di tulisan selanjutnya bisa lebih baik lagi. Amiin..
only shortlisted man can understand this article
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

1 comments:
oooo jadi lo udh 24 taun yaaaa fad yaaa :D
good posting :)
Post a Comment